Oleh : Anung Razaini F.
Pasti dari kita semua tau apa yang dimaksud dengan nasionalisme. Yah .,minimal kita pernah mendengar kata nasionalisme. Sebenernya apa tho yang dimaksud nasionalisme itu?? Dan apakah dalam diri kita sudah terbentuk jiwa-jiwa nasionalisme tersebut? Sejauh mana? Menjadi renungan sejenak kita akan arti penting nasionalisme bagi bangsa Indonesia yang pada saat ini lagi ancur-ancurnya.
Klo saya sih simpel aja mengartikan kata nasionalisme, yaitu rasa memiliki akan bangsa dan negara. Kesadaran yang mendasar akan eksistensi keberadaan dalam suatu negara. Sejak SD bahkan dari Taman Kanak-kanak kita sudah diajarkan mengenai Nasionalisme. Namun nasionalisme yang kita dapat hanya “nasionalisme bibir” yang dapat hilang kapan saja dan dalam waktu yang singkat, dalam artian nasionalisme yang kita dapat tidak bisa tertancap dalam dalam diri kita. Seperti halnya, upacara bendera setiap hari senin, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan lain sebagainya. Namun lagi, kita tidak diberi eksensi dari kita melakukan hal tersebut. Untuk apa? Buat siapa? Dan apa maksudnya?
Kita tengok ke masa lalu sebelum bangsa ini merdeka. Tanpa ada semangat-semangat nasionalisme dari pahlawan-pahlawan bangsa, maka engga’ tau bangsa udah menjadi apa, dan bahkan mungkin tidak ada negara Indonesia dalam peta Dunia. Rasa memiliki akan negara ini ditunjukkan para pahlawan untuk melawan para musuh yang mencoba untuk merebut wilayahnya. Saya pun mengagumi Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, dalam beberapa sisi yang paling saya kagumi adalah semangat nasionalisme beliau yang percaya dengan kemampuan negaranya sendiri. Sama halnya dengan tokoh-tokoh luar yaitu seperti misalnya Adofl Hitler, Benito Mussolini yang memiliki semangat nasionalisme yang besar untuk mengangkat lagi keterpurukan negaranya. Namun, karena terlalu besar semangat nasionalisme mengarah ke fasisme.
Apa to yang membuat bangsa ini “mlarat”? Jika kita mau liat lagi, dari segi SDAnya, bangsa Indonesia ini bukan merupakan bangsa yang memiliki sedikit sumber alam. Dimana-mana terdapat sumber alam. Begitupun dari segi SDM, menurut saya Indonesia bukan merupakan negara yang terbelakang dalam SDM. Buktinya dalam lomba-lomba yang melibatkan kemampuan berpikir, Indonesia juga tidak jarang mendapatkan juara, bahkan juara dunia. Lalu apa lagi kekurangan bangsa ini sehingga menjadi bangsa yang sangat-sangat terpuruk ‘like that’. APA?! Bangsa yang begitu kaya disulap menjadi bangsa pengemis. Jawabnya tentu adalah tidak tertanamnya rasa memiliki akan bangsa ini pada diri setiap warga negaranya. Kita liat di Jerman, setelah perang dunia I, Jerman pada saat merupakan negara yang kalah perang dan menjadi negara miskin setelah itu. Namun muncul kebangkitan setelah terbentuk jiwa nasionalisme dari warganya. Engga’ usah jauh-jauh, Jepang, setelah perang Dunia II, juga merupakan negara yang kalah perang, namun sekarang menjadi negara besar karena Jepang menyadari akan arti penting nasionalisme. Jepang merupakan negara yang percaya akan kemampuan negaranya. Dan masih banyak negara-negara lainnya.
Sedangkan yang terjadi di Indonesia. Setelah lengsernya persiden Soekarno, Indonesia menjadi negara yang pesimis akan kemampuannya dengan hanya mengandalkan pada bantuan dari negara-negara maju. Sehingga celah untuk masuknya campur tangan dari negara-negara lain untuk mengatur bangsa ini sangat lebar. Siapa yang salah? Tentu engga’ akan dibahas dalam tulisan ini karena akan terlalu panjang dan hal tersebut sudah terjadi dan menjadi bagian dari sejarah bangsa ini. Yang akan saya bahas keadaan bangsa Indonesia saat ini, dalam hubungannya dengan nasionalisme. Sistem pendidikan di negara ini tidak terlalu banyak menampung akan arti penting nasionalisme dan hanya ‘nasionalisme bibir’ seperti yang saya sebut di atas. Seakan-akan nasionalisme itu tidak ada artinya dalam negara ini. Kapan majunya klo gitu?? hal itu tentu sangat disayangkan, kekurangpedulian negara akan nasionalisme akan berdampak pada warga yang semakin kurang rasa memiliki akan negara ini dan semakin besar rasa tidak percaya akan bangsa ini. Dan itu berdampak pada sejauh mana orang akan berjuang demi negara Indonesia tercinta kita. Dan yang sangat disayangkan lagi, pemikiran-pemekiran orang-orang yang berada di dalam negara ini yang lebih cenderung bersifat liberal dan tidak peka lagi terhadap kemajuan negaranya. Negara kita tuh udah ancur, jadi orang-orang yang ada di dalamnya jangan ikutan ancur, hanya ada di tangan kita nasib bangsa ini selanjutnya!!
Sehinggga begitu pentingnya rasa memiliki akan bangsa dan negara atau Nasionalisme, berpengaruh pada besar atau tidaknya suatu negara. Dan menjadi bahan perenungan bagi kita semua yang masih merasa negara Indonesia merupakan tanah airnya. Masih adakah rasa nasionalisme pada diri kita? Jangan-jangan kalian merupakan orang yang pesemis akan negara ini? Dan tulisan ini saya tujukan untuk kaum-kaum muda bangsa sebagai penerus roda perjuangan dari bangsa Indonesia kita tercinta.


Sinar matamu tajam namun ragu..
Kokoh sayapmu semua tahu..
Tegap tubuhmu takkan tergoyahkan..
Kuat jarimu kalau mencengkeram..
Bermacam suku yang berbeda..
Bersatu dalam cengkeramanmu..
Angin genit menghembus merah putihku..
Yang berkibar sedikit malu-malu..
Merah membara tertanam wibawa..
Putihmu suci penuh kharisma..
Pulau pulau yang berpencar..
Terbanglah garudaku..
Singkirkan kutu-kutu di sayapmu..
Berkibarlah benderaku..
Jangan ragu dan jangan malu..
Bahwa sesungguhnya kita mampu..
Mentari pagi sudah membumbung tinggi..
Bangunlah putra putri pertiwi..
Mari mandi dan gosok gigi..
Setelah itu kita berjanji..
Tadi pagi esok hari atau lusa nanti..
Garuda bukan burung perkutut..
Sang saka bukan sandang pembalut..
Dan coba dengarkan..
Pancasila itu bukan rumus kode buntut..
Yang hanya berisikan harapan..
Yang hanya berisikan khayalan..
Nasionalisme adaLah, ketika mendengar lagu dari bang Iwan..
salam.
terimakasih atas koment nya ..
tapi ngomong2 situ kan suka banget ma bola ..
percaya engga’ kalo sekarang tuh nasionalisme hanya bisa terwujud saat nonton bola tim negara Indonesia melawan negara lain atau tim lain ??
tanya kenapa ??
ada apa dengan negara ini ??
ORANG SUDAH TIDAK MAU LAGI MIKIRIN NASIB NEGARA DAN ANAK CUCUNYA NANTI ..
salam
What the F..!
Adolf Hitler seorang nasionalis?
salam.
akhirnya koment juga lu..
sombong ..!!
menurut penulis, saya sendiri, memang seorang adolf hitler seorang nasionalis.. karena dia berusaha dengan segala cara untuk membesarkan nama negerinya.. walopun caranya yang dia lakukan dengan pembantaian-pembantaian masalnya saya juga kurang setuju, namun kepercayaan diri terhadap bangsanya yang saya hargai ..
sehingga menurut pandangan tidak salah juga jika saya menggolongkan beliau sebagai seorang nasionalis ..
salam